81. AL MUNTAQIM (Dzat Yang Maha Mengancam) Apabila seseorang tidak mau bertaubat atas segala dosa yang telah dia lakukan, padahal Allah Ta'ala telah memberikan rasa penyesalan kedalam hatinya, maka Allah Ta’ala akan mengancamnya dengan siksa diakhirat kelak. Dan ancaman-ancaman Allah Ta’ala ini pasti akan terjadi diakhirat kelak, karena Dia tidak pernah ingkar janji. Oleh sebab itu apabila kita melakukan dosa tetapi tidak menyesal, maka ingatlah dengan ancaman-ancaman Allah diakhirat kelak, sehingga menjadikan kita sadar dan kembali kejalan yang lurus. Ancaman-ancaman Allah Ta’ala ini bisa kita baca dan pahami didalam kitabNya yaitu Al Qur’anul Kariim. Akan tetapi ancaman-ancaman Allah Ta’ala ini tidak akan berguna kecuali bagi orang-orang yang takut kepadaNya. Sedangkan bagi orang-orang yang tidak takut kepada Allah Ta’ala, maka ancaman-ancaman Allah Ta’ala sedikitpun tidak berguna untuk dirinya. Karena bagaimana mungkin dia takut dengan ancamanNya? Kepada Allah Ta’ala saja yang mengancam dia tidak takut. Begitupun juga bagi orang-orang yang merasa bahwa dirinya telah masuk syurga juga tidak takut dengan ancaman-ancaman Allah Ta'ala. Padahal tidak ada seorangpun yang bisa menjamin dirinya bahwa dia pasti masuk syurga, karena orang-orang yang masuk syurga adalah rahmat Allah Ta'ala bukan karena amal yang mereka kerjakan. Firman Allah dalam surat Al A’laa (87) : 8-11 8. Dan Kami akan memberi kamu taufik ke jalan yang mudah, 9. Oleh sebab itu berikanlah peringatan karena peringatan itu bermanfaat, 10. Orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran, 11. Dan orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya. Selama ini kita tidak takut dengan ancaman-ancaman Allah Ta'ala, dikarenakan kita tidak beriman kepada-Nya. Sehingga kita tidak meyakini bahwa ancaman-ancaman Allah Ta'ala pasti akan terjadi diakhirat nanti. Oleh sebab itu hendaknya kita mencari ilmu yang bisa membuat kita takut kepada Allah Ta’ala, yang bisa membuat kita yakin bahwa ancaman-ancaman Allah Ta'ala pasti akan terjadi (terbukti) dan membuat kita yakin bahwa kehidupan akhirat adalah benar adanya. Dan hal ini juga bisa kita jadikan sebagai barometer benar atau tidaknya ilmu yang kita pelajari. Dan benar atau tidaknya diri kita dalam belajar, adalah dilihat hasil akhir apakah membuat kita takut kepada Allah Ta’ala atau tidak. Apabila kita belajar ilmu tidak membuat takut kepada Allah Ta’ala, maka ada dua kemungkinan. Apakah ilmu yang kita pelajari tidak benar? Ataukah diri kita yang tidak benar dan tidak sungguh-sungguh? Hal ini bisa kita tanyakan pada diri kita masing-masing. A. Sisi Tafakkurnya Sudah takutkah kita dengan ancaman-ancaman Allah Ta’ala? Apabila belum berarti kita belum takut kepada Allah Ta’ala? dan apabila belum takut kepada Allah Ta’ala berarti kita belum termasuk orang yang beriman. B. Contoh Do’a Dari Sisi Keimanan Ya Allah, jadikanlah kami hamba-hambaMu yang bersegera bertaubat ketika kami mendengar ancaman-ancamanMu yang akan Engkau berikan kepada orang-orang yang berdosa. C. Sikap Orang Beriman Dia sangat yakin bahwa ancaman-ancaman Allah Ta'ala pasti akan terjadi. Sehingga membuat hatinya takut apabila berdosa tidak bertaubat. Karena dia membayangkan ancaman Allah Ta'ala yang begitu berat didalam neraka. D. Sikap Orang Bertaqwa Apabila dia ingat dengan ancaman-ancaman Allah Ta'ala berupa azab dineraka, maka dia segera kembali dan bertaubat kepada Allah Ta'ala. Seperti contohnya adalah kaum Nabi Yunus. Pada saat mereka diingatkan dengan azab Allah Ta'ala, maka mereka segera bertaubat dan kembali kejalan yang lurus. Sehingga azab Allah Ta'ala tidak jadi diturunkan dan mereka diampuni oleh Allah Ta'ala serta diberi kebahagiaan didunia dan diakhirat. Sebetulnya semua ini bersumber dari keimanan. Bagi orang-orang yang tidak beriman kepada Allah Ta'ala, tidaklah mungkin dia akan takut dengan ancaman-ancaman Allah Ta'ala. Karena kepada Allah Ta'ala saja yang mengancam dia tidak takut, apalagi kepada ancamannya? Oleh sebab itu Asma’ul Husna ini harus betul-betul kita fahami dan tafakkuri sehingga betul-betul kita yakini didalam hati. Karena sebetulnya asma’-asma’ Allah Ta'ala pernah berlaku terhadap diri kita, akan tetapi kita tidak sadar dan tidak mau mentafakkurinya, sehinga tidak menjadi sebuah keyakinan didalam hati kita. E. Contoh Do’a Dari Sisi Ketaqwaan Ya Allah, tolonglah kami agar kami selalu takut dengan ancaman-ancamanMu yang akan Engkau berikan kepada orang-orang yang berdosa diakhirat kelak. F. Sikap Orang Bertawakkal Apabila dia telah bertaubat dengan sebenar-benarnya dan berusaha untuk memperbaiki diri, maka masalah hasilnya dia serahkan sepenuhnya kepada Allah Ta'ala. Dan dia sangat berharap agar dirinya tidak termasuk orang-orang yang tertimpa ancaman Allah Ta'ala diakhirat kelak (masuk neraka). G. Sikap Orang Mukhlis Dia betul-betul merasa wajar apabila menerima ancaman dari Allah Ta'ala jika dia terus berbuat dosa. Oleh sebab itu dia selalu berusaha untuk menghindarkan diri dari dosa, dengan cara bertaubat dan memperbaiki diri. Kemudian dia akan menambah amal-amal sholeh untuk mengganti dosa-dosanya yang telah lalu. H. Sikap orang-orang yang telah meneladani Asma’ Al Muntaqim Apabila sudah menjadi kholifah, maka ia sangat takut dengan adanya ancaman-ancaman Allah. Kemudian ia selalu mengingatkan dengan ancaman-ancaman Allah Ta'ala kepada orang-orang yang melakukan dosa. I. Contoh do’a bagi yang ingin meneladani Asma’ Al Muntaqim Ya Allah, jadikanlah kami perantara-perantaraMu dalam mengingatkan manusia akan ancaman-ancamanMu yang pasti akan terjadi apabila mereka tidak bersegera untuk bertaubat. Agar manusia dapat melihat bahwa sesungguhnya ancaman-ancamanMu itu pasti akan berlaku.